Percobaan
II
Redoks
Unsur Nitrogen
I.
Tujuan Percobaan
Mahasiswa
dapat mempelajari reaksi redoks unsur nitrogen dalam asam nitrat dan garam
nitrat.
II.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Ø Hari,
Tanggal : Selasa, 04 Desember 2012
Ø Waktu : 13:00 – Selesai
Ø Tempat : Laboratorium Kimia Lanjut FKIP UNTAD
III.
Hasil Pengamatan
|
No
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
|
1
|
Uji reaktivitas asam
nitrat
1.
5 mL larutan HNO3 + Padatan Cu dan diuji dengan Lakmus
Merah.
2.
5 mL HNO3 7,0 M + 5 ml
NaOH 0,05 M + Logam Al dan diuji dengan Lakmus merah
|
-Warna
larutan berubah dari bening menjadi biru, terbentuk gas berwarna coklat dan
bersifat asam.
-Logam
Al tidak larut dalam campuran larutan HNO3 dan larutan NaOH,
larutan terbagi 2 warna bening di bagian bawah dan silver di bagian atas.
|
|
2
|
Uji reaktivitas garam
nitrat
1.
Padatan KNO3 + dipanaskan dan
diuji dengan Lakmus Merah
2.
Padatan Cu(NO3)2 +
dipanaskan dan diuji
dengan Lakmus Merah
|
-Padatan
KNO3 tidak berubah dan terbentuk gas dan lakmus tetap berwarna
merah.
-Padatan
Cu(NO3)2 mencair dan terbentuk gas dan lakmus tetap berwarna
merah.
|
|
3
|
Uji reaktivitas asam dan garam nitrat
1.
10 mL larutan H2SO4
0,05 M + didinginkan + 1 gram padatan NaNO3
2.
10 mL larutan H2SO4
0,05 M + didinginkan + 1 gram NaNO3 + padatan KI
3. 10
mL
larutan H2SO4 0,05 M + didinginkan + 1 gram NaNO3 +
10 tetes KMnO4
0,05 M
4.
10 mL larutan H2SO4
0,05 M + didinginkan + 1 gram NaNO3 + dipanaskan
|
-Padatan NaNO3 larut
dalam larutan H2SO4
dan larutan bening.
-Padatan
KI larut dalam larutan H2SO4
dan larutan bening.
-Larutan
berwarna ungu, seperti warna spesifik KMnO4
-Terdapat
gelembung gas.
|
IV.
Reaksi-reaksi
Ø Uji
reaktifitas asam nitrat
6NO2(g) + 3H2O(L)
Ø
Uji
reaktifitas garam nitrat
Ø Uji
reaktifitas asam dan garam nitrat
V.
Pembahasan
Nitrogen biasanya ditemukan sebagai gas
tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan
merupakan gas diatomik bukan logam yang syabil. Nitrogen sangat sulit bereaksi
dengan unsur atau senyawa lain. Nitrogen sendiri memiliki 5 elektron valensi.
Gas ini mengembun pada suhu 77K(-196oC) pada tekanan atmosfir (King,
1994).Unsur nitrogen memiliki bilangan oksidasi berkisar antara +5, 0 dan -3,
nilai bilangan oksidasi ini adalah nilai yang paling umum dan stabil di antara
bilangan oksidasi lain dari unsur nitrogen. Nitrogen terdapat bebas di atmosfir
sebanyak 78% volume. Pada keadaan N2 menyumbang sebanyak 75% volume
pada lapisan udara atsmofir. Bagi mahluk hidup terkhusus tumbuhan, nitrogen
sangat bermanfaat khususnya untuk proses pematangan buah. Nitrogen memiliki 2
istop yaitu N14 dan N15. Nitrogen dapat diperoleh dengan
cara destilasi udara cair atau dapat pula dengan cara mendekomposisikan 2NaN3.
Nitrogen cair juga dapat digunakan sebagai pendingin dan sebagai bahan baku dalam
perindustrian pupuk nitrogen (Penanggung Jawab Kimia Anorganik I, 2012). Percobaan
kali ini bertujuan untuk melihat redoks unsur nitrogen dalam asam nitrat, garam
nitrat dan ammonia. Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali perlakuan yaitu,
uji reaktifitas asam nitrat, uji reaktifitas garam nitrat dan uji reaktifitas
asam dan garam nitrat (Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I, 2012)
Pada perlakuan awal, yaitu uji reaktivitas
asam nitrat. Diawali dengan memasukan larutan HNO3 7,0 M ke dalam
tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2. Selanjutnya pada tabung reaksi 1 padatan
Cu dan dipanaskan, tabung reaksi menjadi panas dan warna larutan menjadi biru.
Warna biru yang terlihat merupakan warna khas dari ion Cu3+ yang
dihasilkan ketika padatan Cu larut dalam larutan HNO3 7,0 M, setelah
diuji dengan kertas lakmus merah, teramati bahwa warna kertas tidak berubah,
hal ini menandakan bahwa terbentuk gas yang bersifat asam yaitu gas NO2.
Secara reaksi dapat dituliskan sebagai berikut :
Untuk perlakuan ini, pemanasan bertujuan
untuk mempercepat terbentuknya hasil reaksi. Reaksi yang terjadi pada perlakuan
ini adalah reaksi redoks, dimana nitrogen mengalami reduksi yaitu dari +5 pada
HNO3 menjadi +4 pada NO2. Sedangkan untuk tabung reaksi
2, sebelum padatan Al dimasukan, maka terlebih dahulu dimasukan larutan NaOH sebanyak
5 mL yang berfungsi sebagai zat pereduksi, kemudian ditambahkan dengan logam
Al, hasil yang diperoleh yaitu logam Al tidak larut dalam campuran larutan HNO3
dan larutan NaOH dan larutan terbagi dalam 2 warna, yaitu silver di
bagian atas dan bening di bagian bawah. Pada saat diuji dengan lakmus merah,
lakmus merah tetap berwarna merah yang menandakan larutan yang dihasilkan
bersifat asam. Adapun persamaan reaksi pada perlakuan ini yaitu sebagai
berikut:
8[Al(OH)4]Na(aq) + H2O(aq)
Pada
reaksi diatas terjadi reaksi redoks, dimana unsur nitrogen mengalami reduksi
yaitu dari +5 pada HNO3 menjadi +3 pada NH3. Dari
pengujian ini, dapat diketahui bahwa Cu lebih reaktif dari pada Al karena Cu
dapat larut seluruhnya dan membentuk larutan homogen sedangkan Al saat melarut
masih membentuk 2 lapisan (Anonim, 2012).
Kemudian perlakuan yang berikutnya yang dilakukan
adalah uji reaktivitas garam nitrat. Pada percobaan ini digunakan 2 buah tabung
reaksi. Pada tabung reaksi 1 dimasukkan padatan KNO3. Kemudian
padatan tersebut dipanaskan dan mengujinya dengan kertas lakmus merah. Hasil
yang diperoleh adalah padatan KNO3 tidak mengalami perubahan wujud
dan terbentuknya gas yang bersifat asam. Adapun reaksi yang terjadi pada
perlakuan ini yaitu sebagai berikut :
Pada
percobaan ini dilakukan pemanasan yaitu agar mempercepat proses penguraian
senyawa KNO3. Pada tabung 2 yaitu kita memasukkan padatan Cu(NO3)2
dan kemudian memanaskannya. Hasil yang diperoleh yaitu padatan Cu(NO3)2
menjadi cair dan setelah diuji dengan kertas lakmus merah, diperoleh
bahwa gas yang terbentuk bersifat asam karena tidak terjadi perubahan warna
pada kertas lakmus merah tersebut. Reaksi yang terjadi pada perlakuan ini yaitu
:
Sama
halnya dengan perlakuan terhadap tabung 1, pemanasan pada perlakuan ini
bertujuan untuk mempercepat tejadinya penguraian senyawa Cu(NO3)2.
Gas yang terbentuk adalah gas O2.
Pada perlakuan yang ketiga yang dilakukan
adalah uji reaktivitas asam dan garam nitrat. Pada percobaan ini diawali dengan
memasukkan 10 mL H2SO4 0,05 M ke dalam tabung reaksi.
Setelah itu mendinginkan larutan asam sulfat tersebut. Pendinginan larutan H2SO4
bertujuan untuk menghindari panas yang berlebih saat larutan dicampurkan.
Hal ini disebabkan karena sifat dari H2SO4 yang cukup
reaktif(Penanggung Jawab Kimia Anorganik I, 2012). Selanjutnya menambahkan
sebanyak 1 gram NaNO3 dan diperoleh hasil larutan bening dan NaNO3
larut dalam H2SO4. Selanjutnya membagi larutan hasil
reaksi tersebut ke dalam 3 tabung reaksi dengan volume yang sama pada tiap-tiap
tabung. Pada tabung reaksi 1, ditambahkan padatan KI dan diperoleh hasil bahwa
padatan KI larut sepenuhnya dalam larutan tersebut, hal iniditandai dari warna
larutan yang bening.
Reaksi yang terjadi pada perlakuan ini
yaitu :
Selanjutnya, pada tabung reaksi 2
dilakukan penambahan larutan KMnO4, dari perlakuan ini diperoleh
hasil bahwa KMnO4 tidak dapat bereaksi dengan HNO3, ini
ditandai dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi ungu, sesuai warna
spesifik KMnO4. Penyebab KMnO4 tidak dapat bereaksi
dengan HNO3 dikarenakan keduanya merupakan oksidator kuat. Ini dapat
dilihat dari tingginya nilai bilangan oksidasi Mn yaitu +7 dan nilai bilangan
oksidasi N yaitu +5. Tingginya bilangan oksidasi ini menyebabkan proses reaksi
reduksi tidak dapat berlangsung (Anonim, 2012). Selanjutnya, pada tabung reaksi
3, dilakukan pemanasan di atas penangas listrik dan diperoleh hasil pengamatan
bahwa larutan tetap bening dan terdapat gelembung-gelembung gas. Pada perlakuan
ini terjadi penguraian HNO3. Reaksi yang terjadi pada perlakuan ini
yaitu :
Sehingga
dari ke tiga pengujian diatas dapat diketahui bahwa asam nitrat lebih stabil
dibandingkan dengan garam nitrat. Dan terjadinya reaksi redoks pada unsur
nitrogen, yang dapat dilihat dari nilai bilangan oksidasi nitrogen dalam
percobaan yaitu +5, +4, +3 dan +2.
VI.
Kesimpulan
Dari beberapa reaksi redoks tersebut nitrogen mengalami
perubahan bilangan oksidasi +5, +4, +2, dan +3 dan menunjukkan bahwa asam
nitrat lebih reaktif dari pada garam nitrat.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2009. Unsur Nitrogen.
http://kimia nitrogen.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah
web/2007/Utama.html.
(diunduh 1 november 2011)
R.B. King, ed.
(1994).Encyclopedia of Inorganic
Chemistry. Diterjemahkan oleh
Mukmar Ali thn 2001 . Jakarta 2004.
Penerbit : Erlangga
Staf Pengajar.
2012. Penangung Jawab Mata Kuliah Kimia
Anorganik I. FKIP Untad. Palu.
Staf Pengajar. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I.
Untad Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar