Selasa, 14 Mei 2013

KARAKTERISTIK UNSUR-UNSUR HALOGEN



PERCOBAAN III

KARAKTERISTIK UNSUR-UNSUR HALOGEN

I.                   Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah mahasiswa dapat mempelajari sifat-sifat unsur halogen dan senyawanya.

II.                Waktu & Tempat Pelaksanaan
Waktu             : Selasa, 04, 2012  (13.30 – Selesai)
Tempat            : Laboratorium Pendidikan Kimia FKIP UNTAD
III.        Hasil Pengamatan
          Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :
NO
NAMA
PERLAKUAN
HASIL
1.















2.








Pembuatan Unsur Halogen















Uji Sifat Unsur- Unsur halogen
Padatan KMnO4 + HCl pekat



Uji kertas saring (NaOH + Indikator phenolpthalein)


Padatan MnO2 + HCl Pekat




Uji kertas saring (NaOH + Indikator phenolpthalein)


Tabung 1
·         AgNO3 + KF

·    Tabung 2
·        AgNO3 + KCl

·       AgNO3 + KCl  + NH4OH 


·    Tabung 3
·         AgNO3 + KBr

·         AgNO3 + KBr + NH4 pekat

·         Tabung 3 dibagi 2:
·         Tabung 3 (I)
·         AgNO3 + KBr + NH4 pekat + Na2S2O3
·         Tabung 3 (II)
·    AgNO3 + KBr + NH4 pekat + KSCN

·    Tabung 4
·    AgNO3 + KI


·         Tabung 4 dibagi 2:
·         Tabung 4 (I)
·    AgNO3 + KI + KSCN


·    AgNO3 + KI + CuSO4


·    Tabung 5
·      FeCl3  + NaOH


·      FeCl3  + NaOH + KF





·    FeCl3  + NaOH + KF + CHCl3






·    Tabung 6
·      FeCl3  + NaOH


·      FeCl3  + NaOH + KCl





·    FeCl3  + NaOH + KCl + CHCl3







·    Tabung 7
·      FeCl3  + NaOH


·      FeCl3  + NaOH +   KBr




·    FeCl3  + NaOH + KBr+ CHCl3







·    Tabung 8
·      FeCl3  + NaOH


·      FeCl3  + NaOH + KI




·    FeCl3  + NaOH + KI + CHCl3






Padatan bercampur dengan larutan HCl berwarna hitam dan terbentuk gas Cl2.

Warna ungu pada kertas saring menghilang dengan cepat.

Padatan bercampur dengan larutan HCl berwarna hitam dan terbentuk gas Cl2.

Warna ungu pada kertas saring menghilang dengan lambat.


Bening, (tidak terbentuk endapan)

Keruh, terbentuk endapan putih (+)
Endapan berkurang




Terbentuk endapan  putih kehijauan
Keruh, endapannya berkurang





Bening, endapannya lebih larut


Bening, endapannya lebih larut


Terbentuk endapan putih kehijauan (+++)



Larutan berwarna bening, endapan larut



Terbentuk endapan merah kecoklatan


Larutan berwarna Orange dan  Terbentuk endapan

Terdapat 2 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening dan lapisan bawah terdapat endapan berwarna orange

Terdapat 3 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening,  lapisan tengah terdapat endapan berwarna orange dan lapisan bawah terdapat kloroform, terbentuk gas F2
Larutan berwarna Orange dan  Terbentuk endapan
Terdapat 2 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening dan lapisan bawah terdapat endapan berwarna orange

Terdapat 3 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening,  lapisan tengah terdapat endapan berwarna orange dan lapisan bawah terdapat kloroform, terbentuk gas Cl2

Larutan berwarna Orange dan  Terbentuk endapan
Terdapat 2 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening dan lapisan bawah terdapat endapan berwarna orange

Terdapat 3 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening,  lapisan tengah terdapat endapan berwarna orange dan lapisan bawah terdapat kloroform, terbentuk gas Br2

Larutan berwarna Orange dan  Terbentuk endapan
Terdapat 2 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening dan lapisan bawah terdapat endapan berwarna orange
Terdapat 3 lapisan.
Lapisan pertama berwarna bening,  lapisan tengah terdapat endapan berwarna orange dan lapisan bawah terdapat kloroform, terbentuk gas I2

IV.        Persamaan Reaksi

A.    Pembuatan Unsur Halogen
1.      -    MnO2(s) + 4H+ +   —–>     Mn2+   + 2H2O(aq)
                        2Cl-                       —–>      Cl2(g)     +  
________________________________________________________________________
      MnO2 + 2Cl- + 4H+         —–>     Mn2+   + 2H2O(aq)  + Cl2(g)

-          MnO4- + 8H+ + 5e-               —–>     Mn2+  + 4H2O(aq)            ( x 2)
                   2Cl-               —–>      Cl2(g)     + 2e-                  ( x 5)

2MnO4-  + 16H+  + —–>     2Mn2+  + 8H2O(aq)
                   10Cl-               —–>     5Cl2(g) +
__________________________________________________
2MnO4-  + 16H+  + 10Cl-  —–>     2Mn2+  + 8H2O(aq) + 5Cl2(g)

B.     Uji Unsur-Unsur Halogen
2.      - AgNO3(aq)  + KF(aq)   —>  AgF(l) +  KNO3(aq)
- AgNO3 (aq)  + KCl(aq)   —>  +  KNO3(aq)
                                                                  endapan putih

- AgNO3 (aq)  + KCl(aq)  + NH4OH   —>  + KOH + NH4NO3(aq)
                    endapan putih

- AgNO3(aq)  + KBr(aq)  —>   + KNO3(aq)
                                                           endapan putih kehijauan
- AgNO3(aq)  + KBr(aq) + NH4 (aq) —>   
- AgNO3(aq)  + KBr(aq) + NH4(aq) + Na2S2O3(aq)  —>
- AgNO3(aq)  + KBr(aq) + NH4(aq) + KSCN(aq)  —>   

- AgNO3(aq)  + KI(aq)  —>    AgI(s) + KNO3(aq)
- AgNO3(aq)  + KI(aq) + KSCN(aq)   —>    AgI(s)   + K2NO3(aq) + SCN-
- 2AgNO3(aq)  + 2KI(aq) + CuSO4(aq)  —> 2AgI(s)   + K2SO4(aq) + Cu(NO3-)


- FeCl3(aq) +  3NaOH(aq)  —>   Fe(OH)3(s) +   3NaCl(aq)                                                                             
- Fe3+  + 3NaOH(aq)  —>   Fe(OH)3(s) + 3Na+(aq)
- Fe(OH)3(s) + 3KF(aq) + CHCl3(aq
- Fe(OH)3(s) + 3 KBr(aq) + CHCl3(aq) 
 -Fe(OH)3(s) + 3 KCl(aq)  + CHCl3 (aq)  
- Fe(OH)3(s) + 3KI(aq)  —>  FeI3(aq) + 3KOH(aq)











V. Pembahasan
          Unsur-unsur golongan 7A, halogen- fluorin (F), khlorin (Cl), bromin (Br), dan iodine (I) (astatine, At, juga unsur golongan halogen tetapi unsur ini jarang dan bersifat radioaktif, sehingga unsur ini sering diabaikan), di alam tidak pernah ditemukan dalam keadaan bebas karena kereaktifan mereka yang tinggi. Nama halogen berasal dari bahasa Yunani halos yang berarti garam. Konfigurasi elektron terluar dari halogen adalah ns2np5, dimana n rentangan dari 2 hingga 6. Unsur-unsur halogen mempunyai afinitas elektron yang besar dan mereka mencapai konfigurasi gas-mulia dengan memperoleh sebuah elektron yang menghasilkan tahana oksidasi -1 (Tim dosen Kimia Dasar II, 2011).
          Dalam percobaan ini, ada 2 hal yang dipercobakan, yaitu pembuatan unsur halogen dan uji sifat unsur-unsur halogen. Tujuan dari percobaan ini adalah agar mahasiswa dapat mempelajari sifat-sifat unsur halogen dan senyawanya.
Pembuatan Unsur Halogen
Pada percobaan  ini, ada beberapa langkah yang dilakukan. Langkah pertama adalah  menyiapkan 2 buah tabung reaksi yang akan digunakan dalam percobaan ini. Tabung pertama diisi dengan padatan MnO2 dan larutan HCl pekat, kemudian ditutupi dengan kertas saring yang telah ditetesi larutan NaOH 0,001 M dan larutan indikator phenolphthalein pada bagian tengahnya. Adapun hasil yang diperoleh adalah larutan berwarna hitam, terbentuk gas, dan warna ungu pada kertas saring menghilang. Demikian pula halnya dengan tabung kedua. Dimana pada tabung kedua, bahan yang direaksikan adalah padatan KMnO4 dengan larutan HCl pekat. Hasil yang diperoleh sama dengan hasil yang diperoleh pada tabung pertama, yaitu larutan berwarna hitam, terbentuk gas, dan warna ungu pada kertas saring menghilang. Warna ungu pada kertas saring ini disebabkan karena setelah ditetesi larutan  NaOH 0,001 M, kertas saring tersebut ditetesi lagi dengan indikator PP, dan warnanya berubah menjadi ungu. Hal ini menandakan bahwa NaOH bersifat basa. Setelah  itu kertas saring yang telah berwarna ungu ini, digunakan untuk menutup lubang pada kedua tabung reaksi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gas Cl2. Pada proses ini, terlihat kertas saring yang berwarna ungu berubah menjadi putih. Perubahan warna tersebut menandakan bahwa dalam  tabung reaksi tersebut positif terdapat gas Cl2, dimana gas Cl2  bereaksi dengan ion Na+  pada senyawa NaOH yang menghasilkan garam NaCl, sehingga sifat basa kuat dari NaOH pada kertas saring ternetralisasi oleh HCl pekat yang bersifat asam  kuat (Walanda, K. Daud. 2007).  Jika dibandingkan antara perubahan warna kertas saring pada tabung reaksi yang berisi MnO2 dengan kertas saring pada tabung reaksi yang berisi KMnO4 di atas, kertas saring pada KMnO4-lah  yang lebih cepat mengalami perubahan warna, hal ini disebabkan karena KMnO4 merupakan oksidator kuat, sehingga gas klor yang dihasilkan KMnO4 lebih banyak dibandingkan pada MnO2.
Uji Sifat-Sifat Unsur Halogen
Pada percobaan ini, juga ada bebrapa langkah yang dilakukan, namun langkah yang dilakukan lebih banyak dibandingkan pada tahap pertama. Pada tahap ini, uji sifat-sifat unsur halogen terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mereaksikan larutan ke dalam 4 tabung reaksi, dan bagian kedua juga demikian. Hanya saja larutan yang dicampurkan berbeda. Pada bagian pertama, bahan yang direaksikan adalah AgNO3 0,1 M dengan larutan KF 0,5 M untuk tabung pertama. Hasil yang diperoleh untuk tabung pertama ini adalah larutan bening dan tidak ada endapan yang terbentuk. Untuk tabung kedua yang direaksikan adalah larutan Ag NO3 dengan larutan KCl. Adapun hasil yang diperoleh adalah larutan keruh dan terbentuk endapan. Pada tabung ketiga yang direaksikan adalah larutan AgNO3 dengan larutan KBr. Hasil yang diperoleh untuk tabung ketiga ini adalah larutan keruh dan terdapat endapan. Untuk tabung yang terakhir atau tabung keempat, yang direaksikan adalah larutan AgNO3 dengan larutan KI. Hasil yang diperoleh sama dengan hasil yang diperoleh pada tabung kedua dan ketiga, dimana larutan menjadi keruh dab terbentuk endapan.
Adapun endapan-endapan yang diperoleh pada perlakuan ini yaitu endapan AgCl untuk tabung kedua, endapan AgBr untuk tabung ketiga, dan endapan AgI untuk tabung keempat. Sedangkan untuk tabung pertama, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan hasil reaksi yang diperoleh. Pada hasil reaksi diperoleh endapan AgF, sedangkan pada hasil percobaan campuran larutan AgNO3 dengan larutan KF tidak menghasilkan endapan. Kesalahan ini disebabkan karena kesalahan praktikan yang disebabkan karena kurangnya ketelitian dalam mereaksikan larutan tersebut.  Selain itu, pada perlakuan ini jumlah endapan yang diperoleh tidak sama. Endapan yang dihasilkan oleh larutana KI paling banyak, kemudian endapan yang dihasilkan dari larutan KBr. Lalu endapan yang dihasilkan oleh larutan KCl, dan terakhir larutan KF yang dalam percobaan ini malah tidak menghasilkan endapan sama sekali. Perbedaan jumlah endapan ini sesuai dengan literatur dimana tingkat kelarutan dari unsur halogen dalam AgNO3 semakin ke bawah semakin kecil (F>Cl>Br>I) hal ini sesuai dengan keterangan data pada tabel sistem periodik bahwa dari atas ke bawah unsur-unsur halogen semakin reaktif, sehingga dari percobaan ini, terlihat endapan yang paling banyak terbentuk secara berturut-turut adalah KI yang ditambahkan pada AgNO3, KBr yang ditambahkan pada AgNO3, KCl yang ditambahkan pada AgNO3, dan yang paling sedikit adalah KF yang ditambahkan pada AgNO3. Selain itu juga diketahui bahwa fungsi AgNO3 yang digunakan adalah untuk mengendapkan unsur-unsur halogen.  (Walanda, K. Daud. 2007).
Bagian kedua dari uji sifat unsur-unsur halogen juga dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama yaitu menyiapkan kembali empat tabung reaksi yang diberi label 5, 6,7, dan 8. Tahap selanjutnya adalah memasukkan ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut 2,5 ml larutan (NH4)Fe(SO4)3. Kemudian, mereaksikan larutan tersebut dengan 0,5 ml larutan NaOH 0,1 M. adapun hasil yang diperoleh dari reaksi kedua larutan ini adalah larutan bening kekuningan. Kemudian tahap selanjutnya adalah  menambahkan masing-masing 2,5 ml larutan KF 0,5 M ke dalam tabung 5, larutan KCl 0,5 M ke dalam tabung 6, larutan KBr 0,5 M ke dalam tabung 7, dan larutan KI 0,5 M ke dalam tabung 8 . adapun hasil yang diperoleh untuk tahap ini adalah pada tabung 5 larutan berwarna putih keruh, tabung 6 warna kuning bening yang dihasilkan pada pencampuran NaOH 0,1 M berkurang, pada tabung 7 warna kuning larutan yang juga dihasilkan dari penambahan NaOH 0,1 M pada awal tadi bertambah pekat, sedangkan pada tabung 8 warna kuning pudae berubah menjadi merah tua. Selanjutnya, menambahkan masing-masing 0,5 ml larutan CCl4 ke dalam keempat tabung. Hasil yang diperoleh adalah untuk tabung 5 terbentuknya endapan, sedangkan untuk tabung 6, 7, dan 8 terbentuk 2 lapisan. Namun, pada tabung ke-8 warna 2 lapisan yang dihasilkan berbeda. Lapisan pertama berwarna merah tua sedangkan lapisan kedua berwarna ungu.
Terbentuknya 2 lapisan pada setiap tabung reaksi tersebut, disebabkan karena adanya perbedaan sifat kepolaran antara CCl4  dan campuran larutan yang ada pada setiap tabung reaksi tersebut, dimana CCl4 merupakann senyawa yang bersifat nonpolar yang disebabkan tidak adanya elektron bebas dalam  molekulnya, sehingga tidak dapat dilarukan oleh campuran yang ada dalam setriap tabung reaksi yang sifatnya polar. Hal ini sesuai dengan yang ada pada literatur bahwa suatu  larutan akan larut  jika dilarutkan ke dalam pelarut yang sifatnya sama, yang berarti bahwa senyawa yang bersifat non polar akan dapat larut pada senyawa yang bersifat non polar juga. Dalam percobaan ini diketahui iodin memiliki tingkat kepolaran yang begitu rendah sehingga sebagian dari unsur ini dapat bereaksi dengan CCl4.







VII. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan sebagai                berikut :
1.      Gas khlorin dapat dibuat dengan mereaksikan padatan KMnO4 atau MnO2 dengan larutan HCl pekat.
2.      Kelarutan  unsur halogen dari atas ke bawah dalam satu golongan cenderung semakin kecil F>Cl>Br>I.
3.      Kepolaran unsur halogen dari atas ke bawah dalam satu golongan cenderung semakin kecil F>Cl>Br>I.

















Lampiran

1.      Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada tahap kerja D1 (3) dan                        (4)!
2.      Bandingkan reaksi dengan MnO2 dan KMnO4 sebagai pengoksidasi dalam dua tahapan tersebut.
3.      Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi dalam tahapan D2 dan urutkan unsur-unsur halogen menurut daya mengoksidasi yang besar.

                                                JAWAB
1.      (3)MnO2(s) + 4H+ +  —–>     Mn2+   + 2H2O(aq)
                        2Cl-                       —–>      Cl2(g)     + 
________________________________________________________________________
      MnO2 + 2Cl- + 4H+         —–>     Mn2+   + 2H2O(aq)  + Cl2(g)

(4) MnO4- + 8H+ + 5e-               —–>     Mn2+  + 4H2O(aq)            ( x 2)
                   2Cl-               —–>      Cl2(g)     + 2e-                  ( x 5)

2MnO4-  + 16H+  + —–>     2Mn2+  + 8H2O(aq)
                   10Cl-               —–>     5Cl2(g) +
__________________________________________________
2MnO4-  + 16H+  + 10Cl-  —–>     2Mn2+  + 8H2O(aq) + 5Cl2(g)


2.      KMnO4 lebih kuat mengoksidasi Cl disbanding dengan MnO2, pada reaksi terlihat MnO2 saat reaksi berlangsung hanya menghasilkan satu mol gas Cl2 sedangkan KMnO4 menghasilkan 5mol gas Cl2. Hal ini menandakan KMnO4 merupakan oksidator kuat.
3.      Reaksi D2
D2. dengan larutan AgNO3
·       AgNO3(aq) + KF(aq)  —–>     AgF(s) + KNO3(aq)
·       AgNO3(aq) + KCl(aq)  —–>     AgCl(s) + KNO3(aq)
·       AgNO3(aq) + KBr(aq)  —–>     AgBr(s) + KNO3(aq)
·       AgNO3 (aq) + KI (aq)  —–>     AgI (s) + KNO3 (aq)
D2. Dengan larutan FeCl3 dan NaOH
FeCl3(aq) + 3NaOH(aq)  —–>      Fe(OH)3(s) + 3NaCl(aq)
Fe(OH)3(s) + 3KF(aq) + CHCl3 (aq)
Fe(OH)3(s) + 3KCl(aq) +CHCl3 (aq)
Fe(OH)3(s) + 3KBr(aq) + CHCl3(aq)
Fe(OH)3(s) + 3KI(aq)  —–>     FeI3(aq)+ 3KOH(aq)
FeI3(aq) + NaOH(aq)  —–>     FeOH(aq) + I2(g) + NaI(aq)

                               F>Cl>Br>I


Daftar Pustaka
Anonim. 2009. Halogen dan Halida. www.chem-is-try.org (diakses pada tanggal 28 november 2012).
Penanggung Jawab Mata Kuliah. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I. Untad Press.  Palu.
Pudjaatmaka, Hadyana. 1984. Kimia Untuk Universitas. Erlangga. Jakarta.
Walanda K, Daud. 2011. Kimia Anorganik I. Untad Press. Palu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar