PERCOBAAN VIII
PENENTUAN KALSIUM DARI
BATU KAPUR
I.
TUJUAN
Adapun
tujuan dari percobaan ini adalah menentukan kadar kalsium dari batu kapur
dengan metode gravimetri.
II.
DASAR
TEORI
Analisis
gravimetri adalah metode analisis kuantitatif untuk mengetahui kadar zat yang
telah diketahui pengortornya dengan cara penimbangan. Hal-hal yang perlu
dilakukan dalm analisis gravimetri adalah pengendapan, penguapan atau
pengeringan, pengeringan dengan listrik dan cara-cara fisis yang lain (Vogel,
1985).
Metode gravimetri untuk analisa
kuantitatif didasarkan pada stokiometri reaksi pengendapan, yang secara umum,
dinyatakan dengan persamaan :
Dimana
a = koefisien reaksi setara dari
reaktan analitik (A)
p= koefisien reaksi dari reaktan
pengendap (P)
Aa Pp = rumus molekul dari zat kimia
hasil reaksi yang tergolong sulit larut (mengendap).
Misalnya pada pengendapan ion Ca2+
dengan menggunakan reaktan pengendap ion oksalat C2O42-
dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut :
O Rx yang menyertai pengendap = Ca2+
+ C2O42+
O Rx yang menyertai pengeringan =
CaC2O4 → CaO+CO2 + CO
Agar pembuatan kuantitas analit
dalam metode gravimetri mencapai hasil yang mendekati nilai sebenarnya, harus
dipenuhi kriteria berikut:
Proses pemisahan / pengendapan
analit dari komponen lainya berlangsung sempurna. Endapan analit yang
dihasilkan diketahui dengan tepat memposisinya dan memiliki tingkat kemurnian
yang tinggi, tidak bercampur dangan zat pengatur.
Langkah-langkah dalam analisa
gravimetri adalah sebagai berikut :
1. Cuplikan ditimbang dan dilarutakan
sehingga partikel yang akan diendapkan dijadikan ion-ionnya.
2. Ditambahkan pereaksi agar terjadi
endapan.
3. Proses pemisahan endapan /
penyaringan endapan.
4. Mencuci endapan, cairan pencuci,
cara mengerjakan pencucian, cara memeriksa kebersihan dan mengeringkan endapan.
5. Mengabukan kertas saring dan
memijarkan endapan.
Menghitung
hasil analisa
Analisa
titrimetri merupakan satu bagian utama kimia analisis dan perhitungannya
berdasarkan hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi-reaksi kimia. Analisis
titrimetri didasarkan pada reaksi kimia sebagai berikut:
Dengan a adalah molekul analit A
yang bereaksi dengan t molekul pereaksi T sampel. Pereaksi T, yang disebut
titran, ditambahkan sedikit demi sedikit, biasanya dari dalam buret, dalam
bentuk larutan yang konsentrasinya diketahui. Pereaksi T ini disebut larutan
standar dan konsentrasinya ditetapkan oleh suatu proses yang disebut
standardisasi. Penambahan titran diteruskan sampai sejumlah T yang secara kimia
setara dengan A, sehingga dikatakan telah tercapai titik ekivalensi dari
titrasi itu. Untuk mengetahui akhir penambahan titran digunakan suatu zat yang
disebut indikator, yang menandai kelebihan titran dengan perubahan warna.
Perubahan warna ini dapat atau tidak dapat tepat pada titik ekivalensi. Titik
dalam titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir. Tentu saja
diinginkan agar titik akhir sedekat mungkin ke titik ekivalensi. Dengan memilih
indikator untuk menghimpitkan kedua titik itu merupakan salah satu aspek yang
penting dari analisis titrimetri. Istilah titrasi merujuk ke proses pengukuran
volume titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalensi. Selama
bertahun-tahun digunakan istilah analisa volumetri bukannya titrimetri. Tetapi
dari titik pandang yang teliti, lebih disukai istilah “titrimetri” karena
pengukuran volume tidaklah terbatas pada titrasi. Misalnya dalam
analisis-analisis tertentu orang mungkin mengukur volume gas. Dalam menghitung
hasil analisa dibutuhkan faktor gravimetri. Dimana faktor gravimetri adalah
jumlah berat analit dalam 1gr berat endapan. Hasil kali dari endapan P dengan
faktor gravimetri sama dengan berat analit (Vogel, 1985).
Analisis
gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa
tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi
transformasi unsur atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah
menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Sehingga dapat diketahui
massa tetapnya. (Anonim, 2013).
Kandungan
suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis dengan cara
gravimetri dengan merubah unsur dan ion tersebut kedalam suatu bentuk senyawa
yang mudah larut dengan penambahan suatu pereaksi pengendap. Beberapa kation
dan anion dapat dianalisis dengan cara ini. Tetapi tiap kation maupun anion
mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada sifat endapan yang diperoleh.
Untuk analisis gravimetri reaksinya harus stoikiometeri mudah dipisahkan dari
pelarutnya. Rumus kimianya diketahui dengan pasti dan cukup stabil dalam
penyimpanan (Tim Penyusun, 2012).
Pada
gravimetri agar hasil analisa dianggap baik dan benar maka ada bebrapa faktor
yang harus diperhatikan, antara lain : kesempurnaan pengendapan, kemurnian
endapan dan susunan endapan. Yang dimaksud endapan murni adalah endapan yang
bersih yang artinya tidak mengandung molekul-molekul lain yang biasanya disebut
sebagai pengotor. Dan yang dimaksud dari kesempurnaan pengendapan adalah
pengendapan diusahakan sesempurna mungkin, oleh karena itu kelarutan endapan
harus dibuat sekecil mungkin (Purba, 2007).
Dalam analisa gravimetri perlu
ditambahkan suatu reagen spesifik untuk memperoleh pengendapan yang baik. Dalam
hal ini terdapat dua macam reagen spesifik yang diantaranya adalah reagen
organik dan reagen anorganik. Pada reagen anorganik terdapat beberapa kelebihan
yaitu produk yang dihasilkan selalu atau sering menghasilakn warna yang
spesifik, pada pengendapan organik selalu mempunyai berat molekul yang besar
dan zat pengotor pada pengendap organik lebih sedikti dari pada anorganik
(Vogel, 1985).
III.
ALAT
DAN BAHAN
Adapun
alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :
A. Alat
1. Gelas
kimia 100 mL
2. Erlenmeyer
100 mL
3. Corong
4. Pipet
tetes
5. Spatula
6. Gegep
7. Penangas
listrik
8. Kertas
saring
9. Oven
10. Desikator
11. Gelas
arloji
12. Pengaduk
13. Neraca
digital
B. BAHAN
1. Batu
kapur
2. HCl
encer
3. Asam
oksalat
4. Aquades
5. HCl
6 M
IV.
PROSEDUR
KERJA
Adapun prosedur
kerja yang dilakukan dalm percobaan ini adalah sebagai berikut
1. Menimbang
dengan teliti contoh batu kapur yang telah dihaluskan kira – kira 0,5 gram.
2. Melarutkan
dengan asam klorida encer hingga contoh larut sempurna (hati-hati terbentuk
gas).
3. Memanaskan
diatas penangas air hingga suhu 70-80oC.
4. Mengendapkan
dengan ammonium oksalat (asam oksalat) hingga sempurna.
5. Memanaskan
kembali diatas water bath kurang lebih 1 jam, kemudian menyaring dengan kertas
saring yang telah diketahui bobot kosongnya.
6. Mencuci
endapan dengan aquades panas hingga bebas klor dan sulfat (tes kualitatif).
7. Memanaskan
didalam oven pada suhu 100 – 110oC selama 1 jam.
8. Mendinginkan
dalam desikator, kemudian menimbang.
9. Mengulangi
pekerjaan pada kedua point terakhir diatas sampai diperoleh bobot tetap.
V.
HASIL
PENGAMATAN
Adapun
alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :
|
NO.
|
PERLAKUAN
|
HASIL
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
|
0,2
gram batu kapur + HCl encer 0,1 M
Perlakuan
I + HCl encer 6 M
Perlakuan
II + pemanasan
Perlakuan
III + asam oksalat
Perlakuan
IV + dipanaskan kembali
Perlakuan
V + disaring + dibilas dengan aquades panas
Residu
V dikeringkan dalam oven + didiamkan + didinginkan dalam desikator
Endapan
ditimbang
|
Larutan
keruh
Larut
Larutan
bening
Larutan
tetap bening
Larutan
keruh
Filtrat
dan residu
Endapan
berwarna putih
0,15
gram
|
VI.
PERSAMAAN
REAKSI
Adapun
persamaan reaksi yang diperoleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. CaCO3(s) + 2HCl(aq)
CaCl2(s) + H2O(aq) + CO2(g)
2. CaCl2(s) + H2C2O4(aq)
CaC2O4(s) + 2HCl(aq)
VII.
PEMBAHASAN
Analisis
gravimetri adalah metode analisis kuantitatif untuk mengetahui kadar zat yang
telah diketahui pengortornya dengan cara penimbangan. Hal-hal yang perlu
dilakukan dalm analisis gravimetri adalah pengendapan, penguapan atau
pengeringan, pengeringan dengan listrik dan cara-cara fisis yang lain. Pada
gravimetri agar hasil analisa dianggap baik dan benar maka ada bebrapa faktor
yang harus diperhatikan, antara lain : kesempurnaan pengendapan, kemurnian
endapan dan susunan endapan. Yang dimaksud endapan murni adalah endapan yang
bersih yang artinya tidak mengandung molekul-molekul lain yang biasanya disebut
sebagai pengotor. Dan yang dimaksud dari kesempurnaan pengendapan adalah
pengendapan diusahakan sesempurna mungkin, oleh karena itu kelarutan endapan harus
dibuat sekecil mungkin (Purba, 2007).
Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan kadar kalsium
dari batu kapur dengan metode gravimetri. Dalam percobaan ini digunakan
analisis gravimetri kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat
dianalisa dengan cara gravimetri dengan merubah unsur atau ion tersebut kedalam
suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan penambahan pereaksi pengendap. Hal
yang dilakukan dalam percobaan ini adalah menentukan kadar kalsium dalam batu
kapur.
Pada
perlakuan pertama yang dilakukan adalah menyediakan batu kapur yang telah
dihaluskan. Kemudian menimbang dengan berat 0,2 gram setelah itu ditambahkan
dengan larutan HCl 0,1 M untuk melarutkannya. Batu kapur yang telah ditambahkan
HCl 0,1 M diaduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga larut sempurna dan
terbentuk gas, dan larutan yang dihasilkan keruh. Setelah larut dengan sempurna
kemudian dipanaskan dengan menggunakan penangas listrik hingga suhu 70-80oC,
dan larutan yang dihasilkan berwarna bening. Kemudian menambahkan ammonium
oksalat (NH4)2CO3, dihasilkan larutan berwarna
bening. Setelah itu, dipanaskan dengan menggunakan penangas listrik, dan
dihasilkan endapan putih yang terlihat jelas. Setelah terbentuk endapan
kemudian disaring dengan kertas saring yang telah diketahui bobotnya( disaring
dalam keadaan panas). Tujuan disaring dalam keadaan panas adalah agar dapat
mempermudah dalam penyaringan. Residu dan filtrat dari hasil penyaringan
dipisahkan. Residu (endapan) kemudian dibilas dengan menggunakan aquades panas
sehingga tinggal endapannya. Tujuan dari pencucian endapan yaitu untuk
menghilangkan senyawa klor dan sulfat yang ada pada endapan.Hal ini biasa
disebut dengan uji kualitatif. Endapan yang dihasilkan berwarna putih. Setelah
itu, endapan dikeringkan didalam oven selama beberapa menit. Kemudian endapan
didinginkan dalam desikator, lalu ditimbang dan menghasilkan massa 0,15 gram.
Tujuan dilakukan pengeringan untuk menghilangkan air dan zat yang mudah menguap
dan pemijaran untuk merubah endapan itu kedalam suatu senyawa kimia yang
rumusnya diketahui pasti.
VII.
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dan hasil
pengamatan dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
1. Metode gravimetri adalah suatu
kuantitatif kimia yang berdasarkan penimbangan dan pemisahan suatu unsur dalam
bentuk padatan murni.
2. Kadar Ca dalam batu kapur yang
diperoleh adalah 31,25 %.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012. Penentuan Kalsium Dari Batu Kapur.
kapur/ Diakses :
5 Januari 20l2.
Purba, Michael. 2007. Kimia dan Kecakapan
Hidup. Jakarta : Erlangga.
Tim
penyusun. 2012. Penuntun praktikum Dasar-Dasar Analitik.
Palu : UNTAD.
Vogel.
1985. Buku Teks Analisis Organik Kualitatif Makro Dan Semimikro. Jakarta
: PT Kalman Media Pustaka.